Suatu malam, saya bermimpi setelah saya berdoa tentang begitu banyak hal dalam hidup yang mengganggu saya dan bertanya kepada Tuhan, "Mengapa ini terjadi?" Di dalam mimpi tersebut, saya sedang duduk di samping kanvas besar yang tertutup dan Tuhan berdiri di hadapan saya. Perlahan-lahan Dia mengangkat lukisan kanvas hidup saya sambil berkata-kata:
"Anak-Ku, Aku telah mendengar pertanyaan mengapa-mu. Aku ingin menunjukkan kepadamu apa yang telah Ku-lukis di kanvas kehidupanmu. Aku tahu kau berpikir bahwa Aku tidak mendengar doa-doamu, tapi Aku jamin Aku mendengar setiap kata, karena Aku berada di sana bersamamu. Kamu lihat, Aku sedang melukis kehidupanmu di sebuah kanvas. Aku melihat setiap air mata, dan setiap saat tersebut, Aku telah melukisnya."
"Kamu lihat, Aku melukis hidupmu ketika kamu dalam kesakitan dan mencatnya dengan warna biru safir, warna yang sangat Ku-sukai. Aku melukis hidupmu ketika kamu merasa sendirian dan mencatnya dengan merah. Aku melukis hidupmu ketika kamu bahagia, dan mencatnya dengan warna emas. Aku melukis hidupmu ketika kamu berlari ke lengan-Ku, menghabiskan banyak waktu dengan Aku dan Aku mencatnya dengan warna ungu."
Dia mengangkat potret dan saya pun menahan napas, ketika saya melihat kanvas hidup saya - Dia telah melukis pelangi tersebut yang sebelumnya belum pernah saya lihat. Disaat itulah saya sadar bahwa Dia telah berada di sana sepanjang waktu dalam hidup saya. Lewat semua kejadian yang telah saya lalui, Dia ingin membuat hidup saya seperti lukisan pelangi.
Dia menggunakan semua warna ... semua waktu tersebut... Dia ada disana, tepat di samping saya, menyebabkan semuanya bekerja sama untuk kebaikan saya. Dan dari semua hal tersebut, Dia telah menciptakan keindahan seperti pelangi yang kedua mata saya sendiri tidak bisa melihat seluruhnya.
Kemudian saya terbangun dari mimpi. Tidak pernah lagi akan saya ragukan cinta Tuhan. Dan entah bagaimana, saya tahu bahwa di setiap waktu yang akan datang saya akan mengingat pelangi, dan kasih Allah, selalu ...
Teman-teman hari ini kita belajar satu hal :
Saat kita merasa lelah dan tak berdaya..TUHAN tahu betapa keras kita sudah berusaha. Saat kita menangis TUHAN sudah menghitung air mata kita. Saat kita merasa sendiri TUHAN selalu ada disamping kita. Saat kita putus asa TUHAN punya jawaban. Dan ketika hal indah terjadi dan kita ingin mengucap syukur, TUHAN sudah memberkati dan tersenyum pada kita.
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah
Senin, 17 Januari 2011
Tuhan Berbicara
Seorang Manusia berbisik, "Tuhan, bicaralah padaku." Dan burung kutilang pun bernyanyi.Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.
Maka, Manusia itu berteriak, "Tuhan, bicaralah padaku !" Dan guntur dan petir pun mengguruh. Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.
MAnusia itu melihat sekelilingnya dan berkata, "Tuhan, biarkan aku melihat Engkau." Dan bintang pun bersinar terang.Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.
Dan, Manusia berteriak lagi, "Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!" Mu" Dan seorang bayi pun lahirlah. Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.
Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, "Jamahlah aku, Tuhan!" Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya. Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.
Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini ... karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:
Manusia itu berseru, "Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!" Dan datanglah e-mail dengan berita-berita baik dan menguatkan.
Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah....
Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !
Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita
Maka, Manusia itu berteriak, "Tuhan, bicaralah padaku !" Dan guntur dan petir pun mengguruh. Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.
MAnusia itu melihat sekelilingnya dan berkata, "Tuhan, biarkan aku melihat Engkau." Dan bintang pun bersinar terang.Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.
Dan, Manusia berteriak lagi, "Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!" Mu" Dan seorang bayi pun lahirlah. Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.
Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, "Jamahlah aku, Tuhan!" Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya. Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.
Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini ... karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:
Manusia itu berseru, "Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!" Dan datanglah e-mail dengan berita-berita baik dan menguatkan.
Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah....
Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !
Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita
Dua Serigala
Ada dua ekor serigala di hutan belantara, serigala B menantang serigala A untuk menangkap seekor kelinci yang sedang makan wortel, tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Ayo Serigala A, kamu bisa ngga tangkap kelinci itu?" tanya serigala B.
"Ah, itu gampang, lihat saja nih!" Jawab serigala A, dan dengan sigap serigala A itupun melompat ke arah kelinci tersebut, dan berlari mengejarnya.
Sedangkan kelinci yang melihat serigala itu, langsung lari terbirit-birit ketakutan, tanpa pikir panjang wortel yang masih dikunyahnya di lemparkan ke arah serigala tersebut, "DUAAAKK!!" begitu suaranya.
Karena serigala adalah binatang yang kuat, maka wortel kecil yang mengenai kepalanya tidak terasa sama sekali, serigala tersebut tetap mengejar kelinci itu, 1 menit.. 2 menit.. 3 menit... sampai 5 menit..
Serigala itu belum dapat menangkap kelinci itu, karena kelinci itu larinya lebih kencang. serigala itupun kelelahan, dan menghentikan pengejarannya.
Dengan perasaan yang sangat malu, dia menunduk berjalan dan kembali ke temannya serigala B.
Setelah sampai di tempat serigala B, maka serigala B itupun bertanya, "Bagaimana? Apakah kamu bisa menangkapnya ?" tanya serigala B, lalu serigala A hanya menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih tertunduk.
Serigala B lalu melanjutkan perkataanya : "Kamu tahu, kenapa kamu tidak bisa menangkap kelinci itu? Kamu kalah, karena kamu tidak serius. Kamu berlari mengejar kelinci hanya untuk pamer saja, sedangkan kelinci itu berlari untuk nyawanya."
Teman-teman hari ini kita belajar satu hal :
Apa yang menjadi motivasi kita dalam hidup ini akan sangat menentukan apa yang akan kita raih dalam hidup ini. Apakah kita hidup hanya untuk kesenangan duniawi ataukah sebuah kehidupan yang kekal. Apa yang memotivasi kita itu juga yang akan kita peroleh dalam hidup ini hingga nanti.
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.
"Ayo Serigala A, kamu bisa ngga tangkap kelinci itu?" tanya serigala B.
"Ah, itu gampang, lihat saja nih!" Jawab serigala A, dan dengan sigap serigala A itupun melompat ke arah kelinci tersebut, dan berlari mengejarnya.
Sedangkan kelinci yang melihat serigala itu, langsung lari terbirit-birit ketakutan, tanpa pikir panjang wortel yang masih dikunyahnya di lemparkan ke arah serigala tersebut, "DUAAAKK!!" begitu suaranya.
Karena serigala adalah binatang yang kuat, maka wortel kecil yang mengenai kepalanya tidak terasa sama sekali, serigala tersebut tetap mengejar kelinci itu, 1 menit.. 2 menit.. 3 menit... sampai 5 menit..
Serigala itu belum dapat menangkap kelinci itu, karena kelinci itu larinya lebih kencang. serigala itupun kelelahan, dan menghentikan pengejarannya.
Dengan perasaan yang sangat malu, dia menunduk berjalan dan kembali ke temannya serigala B.
Setelah sampai di tempat serigala B, maka serigala B itupun bertanya, "Bagaimana? Apakah kamu bisa menangkapnya ?" tanya serigala B, lalu serigala A hanya menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih tertunduk.
Serigala B lalu melanjutkan perkataanya : "Kamu tahu, kenapa kamu tidak bisa menangkap kelinci itu? Kamu kalah, karena kamu tidak serius. Kamu berlari mengejar kelinci hanya untuk pamer saja, sedangkan kelinci itu berlari untuk nyawanya."
Teman-teman hari ini kita belajar satu hal :
Apa yang menjadi motivasi kita dalam hidup ini akan sangat menentukan apa yang akan kita raih dalam hidup ini. Apakah kita hidup hanya untuk kesenangan duniawi ataukah sebuah kehidupan yang kekal. Apa yang memotivasi kita itu juga yang akan kita peroleh dalam hidup ini hingga nanti.
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.
Langganan:
Postingan (Atom)